Alumni Fakultas Teknik UNMER Malang Kembali Ke Kampus, Beri Suntikan Motivasi Wirausaha Berbasis Teknologi

Sosialisasi dan Curah pendapat Pengembangan TIC
31 May 2021
Alumni Back to Campus, Surviving Architecture
14 June 2021
Spread the love

Malang, NewMalangPosFakultas Teknik Universitas Merdeka (UNMER) Malang membangun hubungan positif dengan para alumni sebagai sarana untuk berbagi pengalaman dan transfer ilmu kepada mahasiswa. Hal tersebut dapat dilihat dalam kuliah tamu Kiat Sukses Wirausaha Berbasis Teknologi pada Kamis (10/06) di ruang PPI, Gedung Rektorat UNMER Malang. Acara ini juga dapat disaksikan melalui Zoom dan Youtube. Acara dibuka secara langsung oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Dr. Rudi Hariyanto, ST., MT.

Dekan Fakultas Teknik UNMER, Prof. Ir. Agus Suprapto, MSc., Ph.D. menyampaikan, “Melalui kegiatan ini kami ingin membuka wawasan mahasiswa dan memberikan motivasi tentang peluang wirausaha. Kita mengundang para alumni yang sukses dalam mengelola bisnisnya untuk berbagi ilmu tentang entrepreneurship berdasarkan disiplin ilmu yang mereka kuasai di bangku kuliah dan tidak menutup kemungkinan para mahasiswa mendapatkan kesempatan magang di perusahaan mereka.”

Narasumber dalam kuliah tamu ini adalah alumni program studi Teknik Mesin angkatan 1990 sekaligus Direktur PT. Kappa Carragenaan Nusantara (KCN), Hamzah Muhammad Ba’abud, ST. serta alumni program studi Teknik Sipil angkatan 1995 yang saat ini menduduki jabatan direktur utama PT. Konstruksi Indonesia Mandiri Kontraktor, Agus Susanto, ST. Sebelumnya Fakultas Teknik UNMER Malang menandatangani nota kerjasama dengan kedua alumni tersebut sekaligus memberikan penghargaan atas capaian prestasi dalam pengembangan kewirausahaan.

Dalam paparannya, Hamzah bercerita bagaimana awalnya merintis usaha di bidang rumput laut dan porang di Pasuruan. “Sejak 2012 saya mulai merintis usaha ini dengan komitmen menghasilkan produk rumput laut dengan reputasi internasional dan berkualitas tinggi karena Indonesia dikenal sebagai salah satu penghasil rumput laut terbesar di dunia.”, tuturnya. Tidak hanya itu, dalam perusahaannya, Hamzah terus melakukan penelitian dan pengembangan untuk menyempurnakan kualitas produk rumput laut. “Dalam melaksanakan penelitian, kami juga menggandeng mahasiswa untuk turut menyumbangkan ilmunya. Tidak menutup kemungkinan mahasiswa UNMER Malang dapat mempelajari varian produk yang ada di perusahaan kami.”, lanjut Hamzah.

Aplikasi keilmuan yang didapatkan Hamzah saat kuliah di Teknik Mesin adalah berhasil menciptakan mesin pengolahan rumput laut yang dapat mengolah rumput laut menjadi tepung carragenaan dan agar-agar dengan kualitas yang mampu bersaing dengan produk sejenis dari Jepang maupun Tiongkok. “Melalui mesin yang kami kembangkan, kita mampu mensubtitusi impor carragenaan untuk kebutuhan dalam negeri sebagai bahan dasar makanan minuman seperti produk jelly, olahan sosis, bahan campuran pasta gigi dan sebagainya.” Dalam satu bulan, Hamzah mampu menghasilkan carragenaan dan agar-agar kisaran 10 sampai 13 ton.

Berikutnya, Agus Susanto membawakan materi Merintis Usaha Technopreneurship Dari Nol. Pria asal Ngawi tersebut sempat menceritakan riwayat hidupnya dimana dia adalah anak nomor dua dari empat bersaudara. “Saya dibesarkan dengan latar belakang orang tua petani dan pedagang pracangan. Sejak menempuh pendidikan tinggi di UNMER Malang, saya tertarik untuk bergabung dalam UKM Riset dan Teknologi dan bertindak sebagai ketua periode 1998 sampai 2000. Lewat UKM inilah saya banyak mendapatkan pengalaman dalam pengembangan usaha khususnya yang berbasis teknologi,” tutur Agus.

Berdasarkan pengalaman inilah setelah lulus kuliah, Agus melanglangbuana dalam usaha kontraktor. “Pada awal karir bekerja, saya sempat menjadi pelaksana lapangan dalam proyek pembangunan gedung Kampus FiSIP dan Fakultas Hukum UNMER Malang. Bekerja sebagai konsultan di CV. Dipta Konsultan dan sebagai pengawas lapangan di CV. Kayu Apu,” lanjutnya. Dengan pengalaman yang semakin matang, sejak 2004 Agus sukses menjadi direktur di CV. Kontrukcindo Mandiri dan sebagai direktur utama dan komisaris utama di beberapa perusahaan seperti PT. Konstruksi Indonesia Mandiri, PT. Adika Raya Persada, PT. Konstruksindo Mandiri Beton dan lain sebagainya.

Menurut Agus, kunci sukses menjadi seorang technopreneurship adalah memiliki cita-cita dan tekad yang kuat. Disamping itu juga harus memperhitungkan keuangan dan permodalan secara matang. “Dengan kemajuan teknologi, kita juga dapat membuat sistem kerja dan aturan yang efektif, cepat dan praktis sehingga dapat memberikan hasil positif bagi klien,” pungkasnya.(*/nda)